BENGKELPHONE EDUCATION CENTER (BEC)

Kemitraan Servis Handphone

 

MODAL Rp 15 JUTA SUDAH BISA BUKA SERVICE HANDPHONE

liputan Khusus Majalah WARALABA edisi 13-26 Mei 2011


Melihat pangsa pasar usaha jasa service handphone yang masih sangat terbuka lebar dan akan terus prospektif menarik Budi Raharjo membuka usaha service handphone dengan brand Bengkelphone Education Center (BEC) di tahun 2004. Sejak dimitrakan tiga tahun lalu, BEC mampu menggaet 12 Mitra di beberapa daerah. Seperti apa system kemitraan yang ditawarkan?

 

Memiliki hobi di bidang elektro dan sempat bekerja di Panasonic Indonesia menginspirasi Budi Raharjo mendirikan usaha jasa service handphone (HP) sejak Maret 2004. “Awalnya saya juga suka utak-atik HP, nah pas tahun 2004 lagi booming HP, saya melihat peluang untuk usaha jasa servis HP sangat besar dan menjanjikan. Akhirnya sembari kuliah saya melakoni usaha jasa service HP ini , dan ternyata saya nggak salah pilih, usaha saya pun makin berkembang,”kenangnya.

Pria yang akrab disapa Budi ini mengeluarkan modal sekitar Rp 10juta untuk membeli peralatan dan perlengkapan service,sewa tempat, dan membeli software service HP. Modal tersebut diperolehnya dari hasil service HP yang telah ia lakoni sebelumnya secara kecil-kecilan. “Ya untuk modal saya dapatkan dari hasil service HP teman-teman dan dosen-dosen di kampus, karena mereka tahu kalau saya punya keahlian menyervice HP. Kadangmereka juga suka minta tolong untuk dicarikan HP seken. Nah keuntungan itu saya kumpulkan hingga bisa buka usaha service sejak saya masih kuliah,”ujar pria lulusan Jurusan Teknik Ekektro Politeknik Negeri Semarang, Jawa Tengah itu.

 

Dengan konsep sederhana berupa konter berukuran 4x5 meter persegi dan modal semangat menjadi seorang entrepreneur, Budi membuka usaha jasa service HP yang diberi nama Bengkelphone Education Center tak jauh dari kampusnya. Lantaran masih belum banyak pelaku usaha jasa service, tak heran jumlah HP yang diservicecukup banyak.

 

Pada Mei 2008 , Budipun membuka cabang BEC di kawasan Ciganitri, Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat. “ Saat itu permintaan cukup banyak, dan outlet kedua ini bukan hanya service , tapi juga saya lengkapi dengan pelatihan teknisi service HP karena banyak yang tertarik buka bisnis service ini,”paparnya.

 

Sejak BEC dimitrakan, usahapun semakin berkembang yang hingga kini mampu menggaet 12 mitra yang berada di Bandung, Jakarta, Kuningan, Yogyakarta, Jambi, Banjarmasin, hingga Balikpapan. Namun sayang Budi enggan membagi berapa besar keuntungan dari menjual system kerjasama kemitraannya itu. Namun , Dewanto, pengamat marketing mengatakan untuk usaha jasa biasanya pemilik merek kemitraan mendapatkan keuntungan sekitar 5-8% dari investasi yang dibayarkan Mitra.

 

Jumlah siswa dan mitra yang berhasil digaet tersebut tak lepas dari upaya promosi yang dilakukan suami dari Endang Pamulatsih ini. Ia memercayakan media cetak lokal sebagai media promosinya disamping menyebarkan brosur guna mencari lebih banyak Mitra daei daerah.Selain itu, Budi pun gencar dalam mencari sponsor atau perusahaan swasta yang ingin bekerjasama dengan BEC untuk training karyawannya hingga menjadi teknisi yang handal dan profesional.

 

Spesialis Service Handphone Dijelaskan pria kelahiran Sragen, 30 tahun lalu ini , sejak didirikan BEC memang ingin menjadi spesialisusaha di bidang service HP. Untuk itu, BEC menawarkan jasa service segala macam tipe dan merek HP dengan biaya jasa service tergantung jenis kerusakan dan tipe HP, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 150 ribu. “Kita memang ingin menjadi spesialis di bidang service HP, makanya kita hanya fokus di bisnis ini saja, tidak seperti konter lain yang juga menjual HP baru. Tapi kalau Mitra sih ya boleh saja, jan usaha service HP ini sebenarnya bisa dipadukan dengan usaha apa saja,”terangnya berpromosi.

 

Di samping jasa service, BEC pun membuka program pelatihan teknisi yang terbuka untuk umum dan juga disiapkan sebagai tempat pelatihan karyawan Mitra BEC. Bahkan beberapa perusahaan telekomunikasi ternama, seperti telkomsel cabang Kalimantan dan Sulawesi ,juga PT. ISAT (Satelit Telephone) mempercayakan jasa pelatihan teknisi kepada BEC untuk training teknisi-teknisinya.

 

Investasi Fleksibel. Budi menjelaskan modal minimal yang harus disiapkan calon Mitra sekitar Rp 15 juta. Dengan modal tersebut calon Mitra akan mendapatkan peralatan dan perlengkapan service seperti satu set computer, power supply, UFS Tornado(untuk reset firmware HP) , hot air, solder, multitester, hingga obeng dan tang Siemens, juga software yang berisi firmware semua jenis HP. Di samping itu, calon Mitra juga akan mendapatkan pelatihan teknisi selama sebulan dan pelatihan manajemen selama 6 bulan, sehingga calon Mitra tak perlu khawatir dalam menjalankan usaha.

 

Namun investasi tersebut belum termasuk sewa tempat, dekorasi dan renovasi tempat. Budi menambahkan investasi tambahan tersebut tergantung keinginan Mitra, tentunya jika Mitra ingin memadukan dengan toko penjualan HP, investasi tambahan yang harus disiapkan Mitra sekitar 100 jita berikut sewa tempat. Budi mengatakan Mitra BEC tidak diwajibkan membeli sparepart ke Pewaralaba(pemilik merk), namun jika Mitra membeli ke Pewaralaba tentunya akan mendapat harga yang special. “Karena memang dalam service HP , kemungkinan untuk ganti sparepart hanya 20-30%, sisanya pasti masalah software, karenanya kita nggak mewajibkan Mitra membeli ke kita, paparnya.

 

Dengan investasi sebesar itu, Budi berani menargetkan Mitra akan balik modal sekitar 3-5 bulan, dengan asumsi Mitra mampu meraih omset Rp 9-10 juta tiap bulan. Dari omset tersebut Mitra akan meraup keuntungan hingga 50% atau sekitar Rp 5 juta setelah dikurangi sewa tempat,gaji karyawan,belanja sparepart dan biaya operasional lain tiap bulan. Asumsi balik modal tersebut pun sangat bergantung lokasi yang dijadikan tempat usaha Mitra. Karenanya , Budi menyarankan calon Mitra untuk mencari lokasi yang strategism seperti di dekat perkantoran, pusat elektronik, atau pusat penjualan HP dan ITC.

 

Kendala. Pria yang juga sebagai trainer di BEC ini mengaku tidak selamanya usaha berjalan mulus, berbagai kendala kerap dihadapinya, namun hal itu justru menjadi tantangan bagi dirinya untuk selalu maju. “Biasanya sih kendala di sparepart, jika di distributor kosong harus menunggu dua minggu , karena barangmya masih impor, makanya saya membebaskan Mitra membeli sparepart HP di lokasinya masing-masing,”ujarnya menyemangati. Imam.

 

 


Asumsi Pendapatan Mitra BEC per Bulam :


Investasi Awal                                   Rp 15.000.000
Belanja Sparepart                               Rp  1.000.000
Biaya Operasional                               Rp  3.300.000
- Sewa Tempat              Rp 1.000.000
- Gaji 2 Karyawan           Rp 1.500.000
- Listrik dan Transportasi  Rp 800.000
Omset                                           Rp 9.750.000
Keuntungan Bersih (55%)                Rp 5.450.000


 

Info lebih lanjut Dapat Menghubungi :

BengkelPhone Education Center (BEC)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ruko GBA 2 Blok M5 / 33

Ciganitri, Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat

Telp : (022) 73993111 / 081322288895



 

 

 

 

Additional information